Pernah ku nikmati sayang…
senym tertulusmu pada satu keremangan malam bertabur puing kemilau purnama di bebatuan karang pantai berpasir emas…
mungkin kau sudah melupa, seperti halnya rindu yang kau janjikan bakal teradu pada satu hujan di bulan september saat reruntuhan air menyanjungi wajahmu yang anggun, yang menjadi sangat janggal akhir akhir ini
biar sayang…
bukan aku atau dirimu yang punya hak untuk mengecap cinta manis kita…
dan hanya aku…
hanya aku yang tersujud di sepertiga malamku selalu, tengadah dan berharap esok pagi angin mengamnesiakan perasaanku padamu
semua ingatan yang tercipta nyaris tak terlupa barang sedetik…
seandainya kau berharap juga… mungkin ratusan pagi yang lalu aku tak perlu menahan rindu begini…
ah kau pasti tahu sakitnya seberapa
kau pasti juga tau nyerinya tiada terkira
seharusnya kau tidak membantuku meyakinkan yang tidak mungkin pada akhirnya
harusnya kita tidak pernah ada…
backsound untitled by maliq n d’esential
-pada malam paling sendu_