Pada Satu Gerimis ( bag. 14 )

Hujan mulai mereda, tinggal gerimis. aku berdiri, beranjak untuk pergi. belum ada kata apa apa setelah pengakuannya. pengakuan yang entah mambahagiakan atau menyakitkan. aku hanya ingin diam dan pulang. berpikir sendiri…

” aku pulang ya, aku senang bisa ketemu kamu di sini. terima kasih buat semua penjelasannya “

” kamu ga marah kan?! ” tanyanya takut.

” ga.. ” singkat, lalu beranjak keluar dari tempat ini. gerimis belum usai, kubuka payungku dan terus berjalan membelah derai air langit.

Hari ini aku pulang, aku sudah berkemas. aku sudah tidak peduli dengan rasa. aku sudah cukup tegar untuk sekedar menangis. entah dari mana ketegaran ini berasal.
aku melangkah keluar rumah. langit yang mendung tadi mulai menitikkan air. ah… gerimis lagi, hampir saja aku benci dengan gerimis.
tapi alangkah kagetnya aku ketika radit sudah berdiri di pekarangan dengan payungnya.

” aku tidak akan menghalangimu pergi, tapi aku ingin tau dari kamu, tentang perasaan kamu ke aku ” katanya tiba tiba, mengagetkanku.

Tentang ln16

lucu imut baik keren narsis
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s